Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

Makalah 'Menyimak'

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kegiatan sehari-hari, menyimak adalah salah satu kegiatan yang sangat penting selain keterampilan yang lainnya. Kegiatan menyimak juga dapat menambah ilmu atau wawasan yang belum dimiliki di antaranya melalui radio, tv, atau langsung dari nara sumbernya. Jadi menyimak memegang peranan penting setelah itu barulah keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Dalam proses belajar mengajar, menyimak sering diabaikan karena tanpa diajarkan pun keterampilan ini dilakukan. Sebenarnya apabila kita memahami konsep menyimak, apapun yang dilakukan tampaknya selalu ada proses menyimaknya. Kenyataan ini terjadi di segala sektor kehidupan. Melalui proses menyimaklah seseorang mengenal konsep segala informasi baik berupa ilmu pengetahuan maupun hal-hal lain yang belum kita kenal.

B.     Identifikasi Masalah
Maksud dari makalah ini adalah untuk memberikan atau gambaran dasar-dasar untuk memperoleh keterampilan menyimak yang bersifat reseptif agar siswa guru yang diajak menyimak dengan mudah daopat memahami apa yang dimaksudkan oleh pembicaranya. Oleh sebab itu dalam menyimak hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah konsentrasi, pengalaman, dan pengetahuan.

Latihan  menyimak dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan dalam memehami ilmu yang lainnya karena dengan menyimaklah seseorang mendapatkan informasi baik dari TV, radio, maupun langsung dari nara sumber. Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari keterampilan menyimak adalah lancar berbicara sebab seseorang lancar berbicara apabila ia mempunyai pengetahuan luas.

Dengan demikian, keterampilan menyimak akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat pada umumnya dan siswa pada khususnya. Sebab dengan keterampilan menyimak akan mengembangkan kesanggupan kita untuk dapat mempengaruhi orang lain dalam mengembangkan kontrol sosial yang diinginkan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (panduan bahasa dan sastra Indonesia), Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan

Pembelajar menyimak dalam bahasa asing “Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”. (Tarigan: 1983)

“Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya”. (Dante Damawansa)

“Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi serta memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”. (Tarigan)


 “Menyimak adalah kemampuan seseorang untuk menyimpulkan makna suatu wacana lisan yang didengar tanpa harus menerjemahkan kata demi kata”. (Bauer)

Selanjutnya “menyimak adalah suatu proses penulisan bahasa yang dimaknai ke dalam pikiran (Listening the process by which spoken language is converted to meaning in the mind). Jika demikian, maka menyimak adalah proses bahasa yang terdiri dari bunyi-bunyi yang dimaknai atau dipahami yang diproses lewat pikiran atau syaraf pendengaran seseorang”.(Urbana)


B.     Tujuan
Tujuan utama menyimak menurut Logan adalah untuk menangkap, memahami atau menghayati pesan ide gagasan yang tersirat pada bahan simakan. Tujuan yang bersifat umum tersebut dapat dipecah-pecah menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek tertentu yang ditekankan. Adapun tujuan menyimak menurut klasifikasinya adalah sebagai berikut.
1.      Mendapatkan fakta
Mendapatkan fakta dapat dilakukan melaui penelitian, riset, eksperimen, dan membaca. Cara lain yang dapat dilakukan adalah menyimak melalui radio, tv, dan percakapan.
2.      Menganalisis fakta
Fakta atau informasi yang telah terkumpul dianalisis. Kaitannya harus jelas pada unsur-unsur yang ada, sebab akibat yang terkandung di dalamnya. Apa yang disampaikan penyimak harus dikaitkan dengan pengetahuan dan pengalaman penyimak dalam bidang yang sesuai.
3.      Mendapatkan inspirasi
Dapat dilakukan dalam pertemuan ilmiah atau jamuan makan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ilham. Penyimak tidak memerlukan fakta baru. Mereka yang datang diharapkan untuk dapat memberikan masukan atau jalan keluar berkaitan dengan masalah yang dihadapi.
4.       Menghibur diri
Para penyimak yang datang untuk menghadiri pertunjukkan sandiwara, musik untuk menghibur diri. Mereka itu umumnya adalah orang yang sudah jenuh atau lelah sehingga perlu menyegarkan fisik, mental agar kondisinya pulih kembali.

C.    Tahap–Tahap Menyimak
Secara garis besar terdapat sembilan tahap menyimak, mulai dari yang tidak berketentuan sampai kepada yang bersungguh-sungguh. Adapun tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:
1.      Menyimak secara sadar
Menyimak ini bersifat berkala, hanya terjadi saat siswa merasakan terlibat langsung dalam pembicaraan.
2.       Menyimak berseling atau ada gangguan
Menyimak ini terjadi saat siswa mendengarkan secara intensif tetapi bersifat sementara atau dangkal.
3.      Setengah mendengarkan
Saat mendengarkan, siswa menunggu kesempatan untuk mengekspresikan isi hatinya, mengutarakan apa yang terpendam dalam hatinya.
4.      Menyimak bersungguh-sungguh
Menyimak secara asyik dan nyata selama pemahaman pasif yang sesungguhnya.
5.       Menyimak sekali-kali
Pada saat menyimak, perhatian penyimak bergantian dengan keasyikan dengan gagasan yang dikandung oleh kata-kata sang pembicara ke dalam hati dan pikiran penyimak.
6.      Menyimak sosiatif
Pada saat menyimak, penyimak mengingat pengalaman pribadi sehingga sang penyimak benar-benar tidak memberikan reaksi terhadap pesan yang disampaikan oleh pembicara.
7.      Menyimak secara berkala
Saat menyimak reaksi penyimak terhadap pembicara secara berkala dengan membuat komentar atau membuat pertanyaan.
8.      Menyimak secara saksama
Menyimak secara saksama dan sungguh-sungguh mengikuti jalan pikiran sang pembicara.
9.      Menyimak secara aktif
Menyimak untuk mendapatkan serta menemukan pikiran dan pendapat sang pembicara.
( Djago Tarigan, 1989, 4 )

D.    Jenis-jenis Menyimak
Menurut Dawson dalam Tarigan, jenis menyimak dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu:
a.       Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif merupakan kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang umum dan bebas terhadap suatu bahasa. Dalam prosesnya di sekolah tidak perlu langsung di bawah bimbingan guru. Pelaksanaannya tidak terlalu dituntut untuk memahami isi bahan simakan. Bahan simakan perlu dipahami secara sepintas, umum, garis besarnya saja atau butir-butir yang penting saja.

Jenis menyimak ekstensif dapat dibagi empat:
1.      Menyimak ekstensif sekunder
Menyimak sekunder adalah sejenis mendengar secara kebetulan, maksudnya menyimak dilakukan sambil mengerjakan sesuatu.
2.      Menyimak ekstensif estetik
Dalam menyimak estetik penyimak duduk terpaku menikmati suatu pertunjukkan misalnya, lakon drama, cerita, puisi, baik secara langsung maupun melalui radio. Secara imajinatif penyimak ikut mengalami, merasakan karakter dari setiap pelaku.
3.      Menyimak ekstensif pasif
Menyimak pasif merupakan penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya penyimak pada saat belajar dengan teliti.
4.      Menyimak ekstensif social
Menyimak ini berlangsung dalam situasi sosial, misalnya orang mengobrol, bercengkrama mengenai hal-hal menarik perhatian semua orang dan saling menyimak satu dengan yang lainnya, untuk merespon yang pantas, mengikuti bagian-bagian yang menarik dan memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap apa yang dikemukakan atau dikatakan orang.

b.      Menyimak intensif
Menyimak untuk jenis ini bahan-bahan yang disimak harus dipahami serta dirinci, diteliti dan lebih mendalam. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan, bimbingan dari guru.
Adapun yang tergolong menyimak intensif ada lima yaitu:
1.      Menyimak intensif kritis
Menyimak dengan cara ini bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari pembicara.
2.      Menyimak intensif konsentratif
Menyimak konsentratif merupakan kegiatan untuk menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Hal ini diperlukan konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat diterima dengan baik.
3.      Menyimak intensif kreatif
Menyimak kreatif mempunyai hubungan erat dengan imajinasi seseorang. Penyimak dapat menangkap makna yang terkandung dalam puisi dengan baik karena ia berimajinasi dan berapresiasi terhadap puisi itu.
4.      Menyimak intensif interogatif
Menyimak interogatif merupakan kegiatan menyimak yang menuntut konsentrasi dan selektivitas, pemusatan perhatian karena penyimak akan mengajukan pertanyaan setelah selesai menyimak.
5.      Menyimak intensif eksploratori
Menyimak eksploratori atau menyimak penyelidikan adalah sejenis menyimak dengan tujuan menemukan;
a. hal-hal baru yang menarik,
b. informasi tambahan mengenai suatu topik,
 

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (panduan bahasa dan sastra Indonesia,Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. Menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Pembelajar menyimak dalam bahasa asing Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”. (Tarigan: 1983)

Menurut dante damawansa Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.

 
DAFTAR PUSTAKA

http://google.co.id//pengertian_menyimak//
http://menyimakdalambahasa.indonesia//co.id//

Tugas Indonesia "Sebab Akibat"


Tugas Kelompok Bahasa Indonesia
Nama Kelompok :
1. BAGUS DIYAN PERMADI (51410297 )
2. MUHAMMAD YOGA ADHIASTA (54410838 )
3. PULUNG BAGASKORO (55410416 )
4. RUDY ERIYANTO ( 56410268 )

1. Dalam urutan sebab-akibat, penulis memulai proses kreatif menulis dengan membicarakan permasalahan yang menyebabkan terjadinya masalah yang lain. Jelaskan pernyataan tersebut!

Jawab:
· Sebab adalah Kalimat-kalimat yang menguraikan masalah. Sedangkan akibat adalah kalimat yang menguraikan kesimpulan dari masalah-masalah penyebab.
· Kalimat sebab umumnya diuraikan sebelum kalimat akibat. Ciri paragraf ini ialah terbinanya hubungan sebab akibat antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Jadi hubungan sebab akibat ini merupakan satu rangkaian yang berkesinambungan.

2. Deskripsi merupakan sebuah karangan yang mengajak pembacanya untuk dapat mendengar, melihat dan merasakan secara langsung. Jelaskan pengertian deskripsi dan uraiakan pernyataan di atas disertai contoh yang jelas!

Jawab:
Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata yang jelas dan terperinci atau pemaparan ini bisa berupa rincian tentang bentuk, ruang, waktu, peristiwa, atau keadaan. Kadang-kadang urutan pernyataannya tidak ketat. Artinya, urutan pernyataan dalam sebuah paragraf pemerian bisa diubah, walaupun tidak selamanya.

Contoh :
Pasar yang didatangi Biddy adalah pasar yang sudah dimodernisasi. Pasar itu berbentuk bangunan setinggi 5 lantai. 1 lantai untuk sayuran, ikan dan daging, 1 lantai untuk barang-barang rumah tangga, 1 lantai untuk pakaian, 1 lantai untuk barang elektronik, dan 1 lantai untuk tempat makanan jadi.

3. Dalam bab pertama pendahuluan dari sebuah laporan meliputi perumusan masalah yang hendak dipaparkan dalam laporan. Buatlah ide penelitian dan tulis perumusan masalah secara jelas.

Jawab:
Ide penelitian ini mengenai aplikasi bagi mahasiswa Universitas Gunadarma agar menggemari Pemrograman Java. Mengingat luasnya permasalahan, maka penulis membatasi penulisan kepada parameter seberapa besar minat baca mahasiswa, pembuatan ebook Tetralogi Buru, animasi menarik dan musik yang mengiringi pengguna saat membaca. Aplikasi ini menggunakan bahasa Java yang memiliki banyak kelebihan dibanding bahasa lainnya.

Selesaikan soal silogisme di bawah ini, dan berikan Kesimpulan :

4. a. Premis My : Semua negara di Asia Tenggara yang sedang berkembang tergabung dalam ASEAN
Premis Mn : Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang di Asia

Jawab :
Indonesia tergabung dalam ASEAN.

b. Premis My : Beberapa nelayan memiliki perahu bermotor
Premis Mn : Beberapa tengkulak memiliki perahu bermotor

Jawab :
Beberapa nelayan dan tengkulak memiliki perahu bermotor.

5. a. Karena kakak mengidap penyakit maag, maka kakak tidak boleh makan makanan yang asam.
b. Karena mengidap penyakit lever, ayah tidak boleh makan hidangan yang berlemak. Jelaskan pernyataan kalimat di atas dalam konsep berpikir induktif!

Jawab :
a. Kakak tidak boleh makan makanan yang asam karena mengidap penyakit maag.
b. Ayah tidak boleh makan hidangan yang berlemak karena mengidap penyakit lever.

6. Misalnya Anda mengemukakan gagasan bahwa tinggal di daerah kumuh tidak baik bagi kesehatan. Gagasan yang dilengkapi dengan keterangan dan informasi ini menggunakan metode indukuktif.
Rancang latar belakang, lingkup permasalahan dan tujuan penelitian pada ide tersebut!

Jawab :

Latar Belakang
Sebagaimana diketahui, bahwa masyarakat di daerah kumuh selama ini tidak menyadari bahwa kesehatan merupakan aset berharga. Pola hidup mereka cenderung ke arah negatif. Seperti membuang sampah sembarangan, mandi, dan mencuci pakaian di tempat milik bersama serta tidak memerhatikan kebersihan makanan. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, sebanyak 100,9 ton sampah tidak terangkut pada kawasan kumuh dan berpotensi membawa bibit penyakit. Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga mencatat bahwa 69% pasien yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah berdomisili di daerah kumuh. Dengan demikian, masyarakat harus menyadari bahwa tinggal di daerah kumuh tidak baik untuk kesehatan.

Lingkup Permasalahan
Penelitian ini akan dilakukan pada tiga kelurahan kumuh yang berada di DKI Jakarta. Ketiga kelurahan tersebut yaitu, Kelurahan Kebon Kacang, Kelurahan Cilincing dan Kelurahan Kampung Melayu. Data yang diperlukan adalah jumlah penduduk, identitas narasumber, banyaknya sampah, tingkat penghasilan, dan riwayat penyakit yang pernah diderita.

Tujuan Penelitian
Secara khusus, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara nyata kondisi daerah kumuh dan memberi masukan bagi para penentu kebijakan untuk menentukan alternatifalternatif pemecahan masalah. Selain itu, tujuan utama dari penulisan ini adalah membantu masyarakat untuk lebih menyadari bahwa kesehatan adalah aset yang berharga sehingga harus diperhatikan secara seksama.

7. Identifikasi kesalahan pada pernyataan di bawah ini dalam konsep berpikir deduktif!
b. Saya tidak pandai berenang. Hampir semua anggota keluarga saya tidak dapat berenang.

Jawab:
Kalimat ini mengandung hubungan sebab-akibat yang tidak tepat. Hal ini merupakan pengaruh budaya nenek moyang yang percaya pada takhayul atau berasal dari kepercayaan penulis, meskipun, jika ditelaah dengan seksama, maka premisnya akan sulit diterima oleh akal sehat.
 
Copyright © 2011 My NoteBook
Designed by Rudy and XML Coded by Renzzal